Pemerintah dan Kebangkitan UMKM

Epicentrum.id – Dari tahun ke tahun, jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Indonesia terus meningkat. Hal ini didapatkan dari data Kementerian Koperasi dan UKM yang pada 2014 menunjukkan jika terdapat sekitar 57,8 juta UMKM di Indonesia. Pada 2017, jumlah itu meningkat dan diperkirakan akan terus bertambah di tahun yang akan datang.

Beberapa tahun belakangan ini, jumlah populasi penduduk yang berusia produktif semakin bertambah bila dibandingkan dengan lapangan kerja yang ada di Indonesia. Sehingga hal ini memicu banyaknya masyarakat Indonesia yang menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Sebagian besar mencoba untuk berkecimpung dalam dunia UMKM.

Sehingga dapat dikatakan jika UMKM memiliki peran yang cukup penting dan strategis dalam membangun ekonomi nasional. Dan tak hanya itu, peran UMKM juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta menyerap tenaga-tenaga kerja. Sehingga berkurangnya angka penganguran di Indonesia.

Selama ini, UMKM telah berkontribusi dengan memberikan sekitar 57%-60% produk domestic bruto dan menyerap tenaga kerja hingga 97% dari jumlah tenaga kerja nasional. Selain itu, UMKM tidak terpengaruh pada krisis. Saat krisis terjadi di tahun 1997-1998, hanya UMKM yang masih berdiri kokoh.

Menurut data yang tertera pada Badan Pusat Statistik, pascakrisis yang terjadi di tahun 1997-1998 tidak memperlihatkan jika jumlah UMKM di Indonesia berkurang bahkan sebalik terus meningkat. Dapat disimpulkan jika UMKM memiliki daya tahan yang cukup tinggi untuk dapat menopang perekonomian negara, meski kondisi negara dalam krisis global sekalipun.

Untuk itu persoalan mengenai UMKM menjadi topik hangat yang dirumuskan dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo. Perhatian tinggi yang diberikan pemerintah terhadap pelaku UMKM merupakan wujud dari upaya pemerintah dalam menyangga perekonomian rakyat kecil. Apalagi kini UMKM telah memberikan dampak positif secara langsung bagi perekonomian masyarakat kelas bawah. Setidaknya ada tiga peran penting dari UMKM yang memiliki pengaruh untuk kehidupan masyarakat kecil.

UMKM memiliki peran sebagai sarana yang dapat mengentaskan kemiskinan yang ada di dalam lingkungan masyarakat. Sehingga masyarakat kecil dapat terhindar dari resiko jurang kemiskinan. Alasan utamanya tentu saja karena penyerapan tenaga kerja yang cukup tinggi yang dilakukan oleh UMKM.

Hal ini dibuktikkan dari data yang ada di Kementerian Koperasi dan UMKM pada 2011 yang mencatat terdapat sekitar 101.7 juta tenaga kerja terserap oleh 55,2 juta UMKM. Angka ini terus meningkat menjadi 57,8 juta UMKM yang menyerap tenaga kerja hingga 114 juta orang. UMKM juga memiliki perananan yang penting dalam meratakan perekonomian bangsa Indonesia, terutama bagi masyarakat kecil.

Berbeda dengan perusahaan berskala besar, UMKM ditempatkan di berbagai lokasi termasuk di daerah yang jangkauannya cukup jauh dari pusat kota dan perkembangan zaman sekalipun. Keberadaan UMKM yang tersebar merata di 34 provinsi inilah yang dapat mengurangi jurang kemiskinan pada masyarakat. Selain itu, kini masyarakat kecil tidak perlu lagi pergi ke kota demi mendapatkan taraf hidup yang layak.

Peran UMKM juga dapat memberikan pemasukan devisa untuk Indonesia. Saat ini UMKM yang ada di Indonesia sudah semakin maju. Bahkan skala pasar UMKM tidak hanya nasional namun mencapai internasional. Data yang dimiliki Kementerian Koperasi dan UKM pada 2017 menunjukkan jika pemasukan devisa yang didapatkan negara dari UMKM cukup tinggi mencapai Rp88,45 miliar.

Jika dibandingkan dengan 2016, kini jumlah UMKM meningkat hingga 8 kali lipat. Tentunya hal itu juga tak lepas dari tiga peran penting UMKM sehingga tidak mengherankan jika pemerintah mendorong pertumbuhan UMKM secara serius. Selama tiga tahun menjalankan pemerintahnnya, Jokowi beserta Kementerian Koperasi dan UKM serius dalam menjalankan program UMKM.

Ada tiga program prioritas yang dijalankan Kementerian Koperasi dan UKM, meliputi pemberdayaan UMKM melalui gerakan kewirausahaan skala nasional, program untuk pengembangan koperasi dan UKM, serta akses pembiayaan untuk koperasi dan UMKM.

Selain itu, Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah juga akan menyegerakan untuk mempercepat penyaluran KUR serta UKM. Berdasarkan dari data penyaluran KUR memperlihatkan jika kini penyaluran KUR telah mencapai Rp69,6 triliun dari total target yaitu Rp106,2 triliun yang diperuntukkan bagi 3.098.515 debitur di Indonesia.

Setelah melakukan beragam upaya untuk menguatkan koperasi, kini koperasi memiliki perananan yang cukup besar dalam menyukseskan program pemerintah melalui KUR. Skema KUR yang disalurkan berbagai koperasi nantinya akan dijalankan oleh 60 koperasi yang bertindak sebagai calon penyalur KUR.

Program strategis yang dijalankan pemerintah Jokowi ini memberikan dampak yang positif bagi kontribusi PDB koperasi pada PDB nasional. Dari 1,71% dapat meningkat mencapai 3,99% di 2016. Itu berarti terdapat kenaikan hingga mencapai 3,01%. Pemberdayaan UMKM yang dijalankan melalui gerakan kewirausahaan nasional ini menjadi prioritas yang paling utama karena menjadi indikator yang cukup penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Untuk itulah tak hanya dibutuhkan usaha dari pemerintah, tetapi juga dari pihak masyarakat Indonesia demi menyukseskan program UMKM. Hal ini diulas Presiden Joko Widodo dalam Kongres Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 2017. Menurut penjelasan Jokowi, kemitraan menjadi kunci utama yang penting dalam pengembangan usaha.

Para pelaku ekonomi mikropun diwajibkan untuk melakukan kerja sama yang baik dengan UMKM dengan hasil yang win-win. Menurut presiden, saat ini baru sedikit saja pengusaha yang melakukan kemitraan dengan UMKM. Untuk itu, Jokowi meminta agar pembahasan ini diulas secara detail sehingga mendapatkan masukan yang lebih komprehensif.

Selain itu, peran penting lainnya bagi para pelaku UMKM agar dapat meningkatklan perkembangan UMKM di Indonesia terletak pada peningkatan kemampuan dalam bidang inovasi dan teknologi. Untuk meningakatkan daya saing antar-UMKM diperlukan langkan bersama guna meningaktkan kemampuan inovasi serta teknologi dari setiap pelaku UMKM.

Apalagi di zaman modern seperti saat ini, teknologi dan inovasi adalah hal yang cukup penting. Ditambah lagi dengan skala UMKM yang kini meluas menjadi internasional, tentunya memiliki daya saing yang cukup tinggi. Presiden juga menjelaskan jika teknologi serta ekonomi digital saat ini merupakan kepercayaan mendasar di era digitalisasi.

Hal ini juga yang menjadi visi pemerintah di 2020 untuk menjadikan Indonesia sebagai negara digital ekonomi terbesar di dunia. Untuk itu saat ini Indonesia sangat mendukung kerja sama yang terjalin di ASEAN dalam bidang teknologi, khususnya dalam memanfaatkan ekonomi digital untuk umum.

Dan tentu saja peran pemerintah tidak cukup dalam mencapai visi misi tersebut. Masyarakat dan pelaku UMKM juga harus terbuka dengan era baru digital saat ini serta sering menciptakan inovasi-inovasi terbaru demi keberlangsungan UMKM. [frans]

 

Penulis: Dodik Prasetyo, Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia

sumber

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *