Manusia yang Diyakini Tertua Di Dunia Meninggal Pada Usia 121 Tahun Di Chili

Epicentrum.id – Seorang pria asal Chili yang diyakini sebagai manusia tertua di dunia meninggal dunia pada usia 121 tahun.

Pria bernama Celino Villanueva Jaramillo itu diperkirakan lahir pada 1896 dan meninggal di rumah sakit setelah terjatuh dari tempat tidur. Pria tua yang dijumpai Guardian dan diwawancarai pada tahun lalu, meninggal dunia pada Rabu kemarin, di kota San José de Mariquina, Chili Selatan.

Ia lahir pada 25 Juli 1896, namun usia tuanya itu belum mendapatkan pengakuan dari Guinness karena kurangnya verifikasi resmi terkait kepastian tanggal lahirnya.

Dikutip dari laman The Guardian, Kamis (19/4/2018), Celino jatuh dari tempat tidur seminggu sebelum kematiannya, ia mengalami patah pada tiga tulang rusuknya, satu diantaranya menusuk paru-paru.

Setelah menjalani operasi darurat, ia kemudian ditempatkan di ruang perawatan intensif.

Awalnya Dokter optimis pria tua itu akan bertahan hidup.

Namun dalam beberapa hari terakhir, paru-parunya yang rusak itu semakin membuat keadaannya memburuk dan pada Selasa lalu, seorang tokoh agama dipanggil untuk menuntun Celino di saat-saat terakhir.

“Kami sangat sedih,” kata Ivonne Morales, didampingi sang ibu, Marta Ramírez yang mengadopsi Celino saat pria tua tersebut berusia 99 tahun dan dalam kondisi melarat.

“Ia adalah bagian integral dari keluarga kami,” tambah Ivonne.

Meskipun menjadi warga negara yang paling dikenal di negara itu, Celino tidak pernah menerima perawatan khusus.

Keluarga yang telah mengadopsinya itu juga tidak mendapatkan dukungan kelembagaan maupun penyediaan bantuan rumah.

Masa inap Celino di rumah sakit pada Juli 2017 lalu juga terbukti memberikan traumatis dan membuat Celino semakin lemah, lantaran memang tidak cocok bagi orang yang telah berusia lebih dari 100 tahun.

Ia diikat di tempat tidur dan diberikan obat berdosis tinggi selama dua minggu untuk menghentikan percobaannya menggunakan kamar mandi.

Dalam sebuah wawancara pada Februari lalu, Marta Ramírez yang kini berusia 85 tahun, bersikeras untuk tidak menempatkan tamunya yang sangat tua itu ke rumah jompo.

“Saya memang sudah lelah dan tidak mudah merawatnya tanpa didukung siapapun, namun dia tidak akan bertahan jika ditempatkan di rumah (jompo), mereka (para orang jompo) bisa cepat mati di sana,” katanya kepada Guardian.

Celino Villanueva, merupakan seorang pekerja pertanian yang belum pernah menikah.

Ia tidak memiliki kerabat dan akan dimakamkan pada Jumat pagi di Pemakaman Pribumi Mehuín. source

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *