Gagal Tes Spesialis Bedah, Dokter Terjun dari Lantai 8

Epicentrum.id – Seorang dokter bunuh diri dengan cara terjun dari lantai 8 mal Tunjungan Plaza 6, Surabaya, Rabu (11/4). Pria tersebut diketahui bernama Michael Mulyono, 28. Dari identitas Kartu Tanda Penduduk yang ditemukan di dompet korban, diketahui ia merupakan seorang dokter yang tinggal di Jalan Kedungdoro 36-46 B-11, Surabaya.

Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa bunuh diri tersebut terjadi sekitar pukul 14.10 WIB. Orang yang pertama kali mengetahui Micahel terjun dari lantai 8 adalah seorang tukang parkir mal.

Saksi yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan, saat mengawasi sejumlah kendaraan, dia mendengar suara benda jatuh. Setelah itu, dia mencari sumber suara tersebut.

Diaa mendapati Michael yang sudah dalam kondisi tewas dengan posisi telungkup di tanah, tepatnya di depan loading dock TP 6.

Pada saat ditemukan, Michael mengenakan celana kain dan baju batik dengan sepatu hitam. Sontak setelah melihat kondisi korban, tukang parkir tersebut lantas meminta bantuan kepada temannya yang lain untuk melaporkan peristiwa tersebut kepada anggota Polsek Tegalsari.

Tak lama kemudian, polisi pun datang dan mengamankan lokasi sambil menunggu Tim Inafis Polrestabes Surabaya. Tak berselang lama, anggota Tim Inafis datang dan melakukan olah TKP.

Polisi memeriksa tubuh dan juga barang-barang milik korban. Berdasarkan pemeriksaan di lokasi, korban tewas akibat luka parah di kepala dan dadanya. Selain itu beberapa tulang tubuhnya juga patah.

Polisi menemukan identitas dan sejumlah obat-obatan. Awalnya polisi ragu menyebut identitas korban lantaran masih belum ada kepastian. Hanya saja, setelah ditelusuri, dia memang Michael dan dibenarkan oleh keluarga korban yang berada di kamar mayat RSUD Dr Sutomo.

Kapolsek Tegalsari, Kompol David Trio Prasojo menjelaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait lokasi dan bagaimana korban bunuh diri. Selain memeriksa sejumlah saksi, pihaknya juga sedang memeriksa rekaman CCTV mal.

“Kami masih dalami, termasuk untuk mengetahui jenis obat-obatan yang dibawa oleh korban. Apakah memang ada hubungannya dengan korban bunuh diri,” ungkap David.

David mengatakan, pihaknya juga sudah meminta keterangan ibu korban. Dari keteranganya, polisi akhirnya mengetahui dugaan korban bunuh diri.

Dia mengalami stres berat setelah satu kali gagal dalam ujian menjadi dokter spesialis bedah. Sebenarnya korban sudah tes ulang, namun hasilnya masih menunggu.

“Hal itu dibenarkan oleh keluarga korban, yang memang mendapati korban terlihat stres berat beberapa bulan terakhir. Selain motif itu, kami belum menemukannya (motif lain,red). Kami akan terus dalami,” imbuh David.

Dia juga menjelaskan, berdasarkan keterangan ibu korban juga, Michael meninggalkan rumah sekitar pukul 13.00. Sebelum pergi, dia sempat pamitan kepada adik kandungnya jika ia ingin pergi ke TP. Setelah itu, adiknya memesankan taksi online untuk ditumpangi korban.

“Namun setelah itu,tak ada komunikasi lagi dari korban dengan keluarganya. Hingga terakhir ia ditemukan tewas,” pungkasnya.

source

 

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *