Menkeu Sri Mulyani Siapkan 4 Strategi Hadapi Era Digital

Epicentrum.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, ada 4 hal yang harus dipersiapkan untuk menyongsong era digital.  Hal itu disampaikannya dalam kuliah umum dalam rangka Dies Natalis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro di Semarang, Jawa Tengah.

“Saat ini terdapat 143 juta orang di Indonesia yang sudah terhubung dengan internet,” kata Sri Mulyani melalui akun instagramnya @smindrawati, Senin (9/4).

Lantas, kalangan tersebut telah memanfaatkan berbagai macam perdagangan online (e-commerce) seperti Go-Jek, Tokopedia, RuangGuru, dan lain sebagainya. Dari situ, ia optimistis penduduk Indonesia berpotensi mengembangkan kreativitas dan kegiatan ekonomi, dengan memanfaatkan teknologi.

Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, Indonesia memiliki potensi untuk menggunakan teknologi yang baru muncul sebagai platform untuk mengembangkan kreativitas dan kegiatan ekonomi. “Namun Indonesia perlu bekerja lebih banyak lagi,” ujarnya.

Ada empat strategi yang akan dijalankan pemerintah agar Indonesia bisa sukses menyongsong era digital. Strategi itu adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan, kesehatan, karakter, nilai, integritas dan agama; peningkatan kualitas dari infrastruktur; kualitas kelembagaan; serta, kebijakan pemerintah.

Ia menyampaikan, Indonesia akan memiliki 309 juta penduduk pada 2045. Pada ulang tahun kemerdekaan yang ke 100 itu, Indonesia bakal menjadi negara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar kelima di dunia. Syaratnya, Indonesia harus mampu menjaga tren pertumbuhan ekonominya. Melalui implementasi keempat strategi itu, kata dia, Indonesia bisa membangun fondasi ekonomi, bahkan untuk seluruh dunia.

“Pada 2045, yang tidak bisa digantikan oleh teknologi adalah pemikiran kritis dan rasa empati. Saya berpesan kepada mahasiswa untuk belajar dengan detil agar tidak mudah terbawa arus informasi,” tutur dia. Tanpa memerhatikan hal yang detail, menurut dia akan sulit mencapai kesempurnaan.

Adapun, untuk mengimplementasikan keempat strategi itu, pemerintah mengalokasikan Rp 444,1 triliun untuk pendidikan, dari total belanja negara Rp 2.220 triliun tahun ini. Sedangkan anggaran untuk kesehatan senilai Rp 111 triliun dan infrastruktur Rp 410 triliun pada 2018. [Sumber]

 

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *