Keangkeran SUGBK Memotivasi Tim Atletik di Asian Games

OLAHRAGA РCabang olahraga atletik pada Asian Games 2018 akan menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) sebagai venue pertandingan. Meski sudah lama tak pernah jadi arena cabang atletik, tapi Stadion Utama memang terkenal dengan keangkerannya.

Bukan cuma itu, Stadion Utama GBK juga memiliki sejarah panjang. Terlebih lagi dalam gelaran Asian Games. Sebab, dalam perhelatan pesta olahraga se-Asia edisi 1962, gelanggang di kawasan Senayan itu pun menjadi tuan rumahnya.

Hal ini pula yang dicermati oleh mantan sprinter nasional, Suryo Agung Wibowo. Ia menyebut bertanding di lintasan atletik Stadion Utama GBK merupakan sebuah kebanggaan jika mengingat sejarah panjang yang melekat di arena yang dibangun untuk perhelatan Asian Games 1962 itu.

“Dulu saya pernah ditanya teman wartawan juga, cocoknya atletik itu pemanasan di Stadion Madya, tandingnya di Stadion Utama GBK dan sekarang terlaksana juga. Tentunya, bila kita main di sana akan ada kebanggaan sendiri,” ungkap Suryo kepada VIVA.

“Stadion Utama GBK itu tempat yang sarat dengan sejarah, akan punya energi lain kalau bisa ‘menaklukkannya’. Apalagi ini ajang Asian Games. Jujur, saya sendiri ingin sekali tanding lari di situ, tapi belum pernah kesampaian,” tambahnya.

Suryo yang merupakan pemegang medali emas nomor sprint 100 dan 200 meter putra SEA Games 2007 dan 2009 itu pun berharap akan ada pencapaian gemilang skuat Merah Putih di cabang atletik Asian Games kali ini.

“Pada Asian Games 1962, legenda kita Mohammad Sarengat mampu merebut emas 100 meter dan lari gawang 110 meter. Saya harap teman-teman lebih termotivasi main di situ dan menciptakan sejarah baru,” tegas Suryo Agung.

VIVA

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *