Aburizal Bakrie Sebut Ada Pihak yang Tak Suka Keberhasilan Dr Terawan

Aburizal Bakrie Sebut Ada Pihak yang Tak Suka Keberhasilan Dr Terawan

Epicentrum.id – Aburizal Bakrie mengungkapkan alasannya membantu Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto yang pernah mengobatinya dengan metode DSA atau cuci otak.

Lewat postingan di blognya, Rabu (4/4/2018) Aburizal menuliskan pengalamannya ketika berobat pada dokter militer yang juga menjabat sebagai Kepala RSPAD Gatot Subroto itu.

Aburizal mendukung penuh apa yang dilakukan dr Terawan karena sudah puluhan ribu orang yang tertolong dengan metodenya.

Tak terima dengan penonaktifan praktik dr Terawan, Aburizal membuat “gerakan” di media sosial untuk membela dr Terawan.

Ia percaya dengan metode yang dilakukan dr Terawan tak memiliki efek samping yang berbahaya.

Aburizal juga percaya akan kredibilitasnya karena dokter dari negara lain pun belajar padanya.

“Apa yang dilakukan juga telah ditulisnya dalam disertasinya saat mengambil S3.

Penghargaan luar negeri juga banyak didapatnya. Pasiennya juga banyak dari luar negeri.

Bahkan ada dokter dari Amerika dan Jerman yang belajar dan minta ilmunya di share ke sana.

Selain itu, dr Terawan yang sekarang menjabat sebagai Kepala RSPAD ini juga tidak bekerja sendiri tapi juga ada tim yang ada dokter syaraf dan dokter spesialis terkait lainnya.

Dia juga mengajarkan ilmunya kepada dokter-dokter lainnya. Makanya metode ini tidak hanya dilakukan di RSPAD tapi juga di rumah sakit lainnya.

Banyak orang merasa terbantu. Bayangkan saja diterapi sebentar langsung terasa khasiatnya, bahkan tidak ada obat apa pun pasca terapi itu. Badan langsung bugar.

Memang banyak dokter masih mempertanyakan metode ini. Tapi saya percaya bahwa ilmu, termasuk ilmu kedokteran itu berkembang.

Lihat saja perkembangan ilmu dan teknologi yang ada. Hal yang merupakan kemajuan seringkali awalnya dianggap tidak lazim dan dipertanyakan, tapi belakangan diterima dan umum dipakai,” tulis Aburizal dalam blog pribadinya yang berjudul ‘Membela Dokter Terawan’.

Melihat keberhasilan metodenya selama ini, Aburizal mengaku terkejut mendengar berita pemecatan dr Terawan.

Aburizal menyebut ada pihak yang tak suka dengan keberhasilan metodenya.

“Karena itulah, saya terkejut saat IDI memberikan sanksi pemberhentian pada dr Terawan.

Saya tidak tahu mengapa, dan saya tidak mau suudzon juga bahwa ada pihak yang tidak suka dengan keberhasilan dr Terawan dan metodenya yang menolong banyak orang.

Yang jelas saya percaya bahwa Allah memberikan kelebihan pada siapapun yang dikehendakinya. Jadi kita tidak boleh dengki,” lanjutnya.

Aburizal juga menuliskan dan meminta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meninjau kembali keputusannya memecat dr Terawan.

“Kepada IDI saya tidak mau bersuudzon dan menuduh apapun. Saya hanya berharap IDI meninjau lagi keputusannya dan memperbolehkan dr Terawan praktek lagi. Itulah alasan mengapa saya membela dr Terawan dan kemudian diikuti banyak orang,” tambahnya.

Aburizal mengakui apa yang dilakukannya tersebut murni atas nama kemanusiaan dan bukan kepentingan bisnis.

“Di sini saya tidak ada kepentingan politik atau bisnis. Ini murni kemanusiaan. Karena saya tahu sendiri banyak orang yang tertolong.

Apalagi dr Terawan ini orangnya juga sangat baik. Dia santun, low profile, tidak sombong, dan hormat pada orang lain meskipun pangkatnya Mayjen,” tulis Aburizal Bakrie.

Aburizal sempat menelepon dokter Terawan yang sudah menyerah akan keputusan yang dibuat IDI.

“Kemarin, saat saya menelpon dia, dr Terawan yang low profile ini malah sempat seolah putus asa dan mau menerima saja hal itu, tapi saya yang bilang jangan. Sebab dokter punya tugas untuk menolong lebih banyak lagi orang.

Sekarang ini yang anti untuk menerima pengobatan dari dr Terawan sudah panjang. Kalau tiba-tiba tidak boleh lagi berpraktek dan tidak bisa menolong orang lalu bagaimana?

Maka saya sebagai satu dari ribuan orang yang pernah tertolong oleh dr Terawan, merasa memiliki kewajiban untuk membelanya.

Saya berkewajiban menyampaikan ini ke masyarakat luas. Apa adanya. Seraya berdoa, semoga masalah ini bisa diselesaikan dengan baik dan dr Terawan bisa melanjutkan tugasnya menolong lebih banyak orang lagi,” tulis politisi kelahiran 15 November 1946. [aburizalbakrie.id]

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *